The Laker's X6… Everything, Everywhere, Everytime…

Asal Usul Valentine

Kali ini saya mau member info mengenai asal-usul hari Valentine secara netral, walaupun harus diakui jika sampai sekarang pun, masih belum begitu jelas. Hal ini dikarenakan kurangnya bukti tertulis yg kredibel utk menyelidiki asal-usulnya. Tetapi, berdasarkan sumber2 yg saya dapat, saya menyimpulkan, at least, ada persamaan mengenai asal-usul hari valentine.

Pada masa Roma Kuno (sebelum datangnya Kristus), terdapat beberapa tradisi yang diselenggrakan pada bulan februari (nyaris semuanya sekarnag dah ga ada lagi). Beberapa perayaan itu antara lain :

<!–[if !supportLists]–>· <!–[endif]–>Tradisi yg disebut perayaan Lupercalia (dirayakan pada tanggal 15 Februari). Plutarch, pernah menulis demikian :

“Lupercalia, of which many write that it was anciently celebrated by shepherds, and has also some connection with the Arcadian Lycaea. At this time many of the noble youths and of the magistrates run up and down through the city naked, for sport and laughter striking those they meet with shaggy thongs. And many women of rank also purposely get in their way, and like children at school present their hands to be struck, believing that the pregnant will thus be helped in delivery, and the barren to pregnancy.” (males nerjemahin neh  )

Nah, kata Lupercalia sendiri berasal dari bahasa latin, Lupus yang berarti seekor serigala. Jadi ada kemungkinan jika perayaan ini mempunyai hubungan dengan legenda Romulus dan Remus.

<!–[if !supportLists]–>· Festival utk memperingati Juno, yang disebut Juno Februa. Kata ini berarti “Juno sang pembersih” atau “Juno yang murni. Festival ini diadakan antara tanggal 13-14 Februari. Yang menarik adalah, festival ini disebut2 sebgai pengganti festival Lupercalia.

<!–[if !supportLists]–>· Festival Candlemas yang awalnya diadakan tanggal 14 Februari, tetapi akhirnya dipindah tgl 2 Februari. Festival ini telah diadakan di Jerusalem semenjak tahun 381 SM.

<!–[if !supportLists]–>· <!–[endif]–> Valentine’s Day

 
Mari sekarang kita membahas asal-usul Val’s Day. Nama Valentine, diduga berasal salah satu dari 3 nama Santo yang menjadi martir di zaman Romawi. Tetapi, dari 3 santo itu, hamper dapat dipastikan, jika nama “Valentine” berasal dari nama seorang santo yg hidup di masa pemerintahan kaisar Claudius II (meninggal tahun 270). Perayaan ini utk pertama kalinya diakui secara sah pada tahun 496 oleh Pope Gelassius I. Menurut kisahnya, Santo ini menjadi salah seorang yang menentang kebijakan kaisar Caludius yang melarang pernikahan di usia muda (karena saat itu Roma sedang perang, sehingga prajurit yang memiliki keluarga akan menghambat perekrutan prajurit baru).

 Peraturan ini tak lain diciptakan utk merekrut prajurit muda yang lebih baik (otomatis, jika seorang prajurit telah memiliki keluarga, maka ia akan mengalami degresi kualitas). Santo Val’s, yang menyadari adany ketidakadilan dalam peraturan ini, segera menolak. Ia tetap melakukan pemberkatan nikah pada orang2 muda secara diam2. Ketika akhirnya perbuatan ini diketahui oleh Sang Kaisar, Santo Val’s pun dipenjara. Ia dijatuhi vonis hukuman mati (cerita laen menyebutkan jika ia dibunuh utk mencegah orang2 Kristen dimasukkan penjara di mana mereka akan mengalami penyiksaan berat).

Selama masa penantian hukuman mati itulah, ia mengenal seorang gadis cantik; yang ternyata adalah putri dari sipir penjara. Alkisah, akhirnya ia pun jatuh cinta dengan sang gadis. Gadis itu – yang diyakini sampai selama ini- terus menerus mengunjungi Santo Val’s secara rutin. Sebelum kematian menjemputnya (karena ia akhrinya dieksekusi), Santo Val’s mengirimi sang gadis sebuah surat. Di dalam suratnya itu ia menulis “From Your Valentine”. Beberapa waktu kemudian, orang2 yang telah berhutang budi padany sepakat utk memperingati rasa simpatik, heroic, dan sisi romantisme Santo Val’s. Perayaan itu yg samapi sekarang kita kenal sebgai hari Valentine. Nah, pada hakikatnya, perayaan ini dimaksudkan utk memperingati sifat2 Santo Val’s, bukan utk memperingati sang subjek sendiri.

Terkadang, pengertian ini sering disalahartikan oleh sebagian orang. Beberapa mengira jika Hari Valentine adalah hari besar agama tertentu…Padahal ini salah besar….Memang, Santo Val’s adalah orang Katolik, tetapi, esensi dari perayaan ini utk mengenang jasa2nya….Sama halnya jika kita merayakan jasa seorang pahlawan. Esensi dari perayaanny adalah utk mengenang jasa2nya, terlepas dari kualitas2 yg menyusun si subjek……Tapi, masalah setuju atau engga, say amah tergantung ijtihad orang aj….Tp ya mbok agak mikir dikitlah, jangan sekedar ikut2. Saya juga ga setuju ma orang yg ngrayain Val’s Day, tanpa tau latarbelakangnya, pokokny Cuma tau hedon nya aj….Tp, saya lebih ga setuju lagi ama orang2 yang mengatasnamakan suatu dogma tertentu utk menolak Val’s Day, padahl mereka udah salah kaprah dalam menafsirkan sebuah esensi dari perayaan itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: