The Laker's X6… Everything, Everywhere, Everytime…

SINOPSIS BUKU – Chronicles of Ancient Darkness #1: Wolf Brother

Torak sendirian…. terluka, ketakutan dan dalam pelarian. Ayahnya telah tiada, dibantai setan yang berwujud beruang.

Hanya ditemani seekor anak serigala, Torak menjelajahi hutan, menyeberangi lautan es, dan menghadapi bahaya yang tak mereka bayangkan sebelumnya demi menyelamatkan seisi Hutan dari ancaman si Beruang.

Buku pertama dari Chronicles of Ancient Darkness ini akan membawa Anda kembali ke ribuan tahun yang lalu di hutan rimba: dunia yang penuh magic dan teror.

 
RESENSI TERKINI – Chronicles of Ancient Darkness #1: Wolf Brother  
 
Sebuah novel fiksi petualangan yang membawa pembacanya hanyut ke dalam suasana pedalaman hutan Eropa purba beberapa ribu tahun setelah jaman es mencair. Penyampaian karakter tokoh-tokohnya disusun rapi dalam rangkaian-rangkaian kejadian dengan penggambaran latar yang detil tapi tidak membosankan. Alur cerita lurus tidak berbelit-belit sehingga pesan-pesan penulis tersampaikan dengan mudah. Unsur-unsur kekerasan minim sehingga bisa menjadi salah satu pertimbangan para orang tua sebagai pilihan bacaan bagi anak-anaknya.

Cerita dimulai dari setting di tengah hutan dimana seorang bocah berusia 12 tahun bernama Torak sedang duduk disisi ayahnya Fa yang terbaring sekarat setelah bertarung melawan seekor Beruang yang telah dirasuki setan. Sebelum Fa wafat, ia meminta Torak untuk mengabulkan permintaan terakhirnya bersumpah janji akan melakukan perjalanan ke puncak Gunung Roh Dunia di Utara.

Dalam perjalanan menuju Gunung Roh Dunia, Torak bertemu dengan seorang gadis bernama Renn dari Klan Gagak dan akan menemaninya dalam perjalanan. Hord, kakak kandung Renn adalah seorang pemuda 19 tahun yang sangat percaya diri dan yakin akan mewarisi jabatan pamannya Fin-Kedinn sebagai kepala Klan Gagak. Setelah badai salju merenggut nyawa ayah mereka, Hord dan Renn dibesarkan oleh Fin-Kedinn seperti anak kandung sendiri.
Dikatakan bahwa ada sebuah ramalan yang mengatakan hanya seorang ‘Pendengar’ yang bisa memusnahkan Beruang kerasukan setan itu. Beruang tersebut telah membuat kekacauan di hutan dengan membunuh hewan lain bukan untuk dimangsa, bahkan juga menyerang dan membunuh manusia hingga ke perkampungan. Konon setan yang merasukinya adalah setan ‘inti’ yang merupakan setan terkuat dan hanya mempunyai satu tujuan yaitu memusnahkan alam dan kehidupan.
Kemampuan berbicara dengan serigala dan taktik uap yang memenangkan Torak pada pertarungan melawan Hord cocok dengan gambaran dan ciri sang ‘Pendengar’ pada ramalan. Akhirnya Torak ditemani Renn dan seekor anak serigala yang selamat dari banjir besar yang merenggut induk dan saudara-saudaranya, memulai perjalanannya dengan risiko bertemu sang Beruang dan berbagai rintangan alam.

Perjalanan berbahaya dimulai dari menyusuri hulu sungai yang bersemak yang diiringi bukit-bukit batu berlumut dan licin. Torak hampir tewas tenggelam terbawa arus kencang sungai karena terpeleset saat menyeberang sambil menggendong anak Serigala itu. Tapi kejadian itu justru membawanya pada penemuan ‘Nanuak’ pertama berupa ‘Mata Sungai’ di dasar sungai sebelum akhirnya nyawanya diselamatkan oleh Renn. Ramalan menyebutkan harus menemukan tiga Nanuak yang terpenting di alam agar diijinkan bertemu Roh di puncak Gunung Roh Dunia. Ujian ini dimaksudkan untuk membuktikan kelayakan seorang manusia yang akan menghadap Roh.

Nanuak kedua adalah ‘Gigi Batu’ yang ditemukan di ujung gua gelap berisi makhluk penjaga yang tak terlihat dan tanah yang menelan. Di gua ini pertama kalinya Beruang tersebut berhasil menyusul Torak dan kawan-kawan sehingga Renn hampir tewas tercabik-cabik ketika sang Serigala lari membawa Nanuak Mata Sungai untuk menarik perhatian sang Beruang. Nanuak yang ketiga adalah ‘Lampu Batu’, ditemukan Torak pada mayat seorang pria yang tewas kedinginan dari Klan Rusa Merah, di sebuah gua pada Gunung Roh Dunia.
Dalam perjalanan akhir Torak menuju puncak Gunung Roh Dunia, Hord menyerang Torak dan berusaha merebut ketiga Nanuak tersebut dengan tujuan agar ia bisa menebus dosanya yang mana ternyata Hord-lah penangkap Beruang itu di masa lalu untuk dimasukkan setan inti oleh gurunya yang seorang dukun jahat. Hord tewas bersama Beruang terdorong timbunan badai salju ke jurang. Tiga Nanuak tersebut berhasil dibawa oleh Serigala ke puncak Gunung Roh Dunia. Torak sekarat tapi nyawanya telah diselamatkan oleh Roh Dunia.

SINOPSIS BUKU – Chronicles of Ancient Darkness #2: Spirit Walker

Penyakit aneh mengancam Klan Gagak dan klan lainnya. Ketakutan menyerang seantero Hutan. Udara seakan telah teracuni. Tak seorang pun tahu sebabnya – dan hanya Torak yang dapat menemukan obatnya.

Pencarian ini membawa Torak mengarungi Laut ke tempat Klan Anjing Laut yang misterius. Di sini Torak bertarung melawan ancaman yang tak terlihat, dan menyibakkan pengkhianatan yang akan mengubah hidupnya.

Kisah menawan tentang persahabatan, pengkhianatan dan pengorbanan diri ini akan menyeret Anda ke dunia angker jauh di masa lampau, dan membawa Anda lebih lanjut dalam petualangan yang telah dimulai dalam buku pertamanya – Wolf Brother

RESENSI TERKINI – Chronicles of Ancient Darkness #2: Spirit Walker  
 
Saya lebih menyukai buku kedua ini daripada buku pertama (Wolf Brother). Pada Spirit Walker, penulis lebih matang dalam penggambaran kejadian-kejadian dalam skenarionya yang tidak bertele-tele seperti pada Wolf Brother.
Skenario paling seru adalah ketika Torak tenggelam hingga 3 kali (OMG!!), dan ketiga-tiganya itu hampir merenggut nyawanya di perairan laut Klan Anjing Laut. Deg-degan juga ketika membaca kalimat demi kalimat, halaman demi halaman hingga tidak berkedip.

Pada buku kedua ini takdir Torak sang tokoh utama semakin jelas ketika ia secara tidak sengaja mengetahui kemampuan barunya selain mampu berkomunikasi dengan Serigala.
Ceritanya mulai memperlihatkan konspirasi-konspirasi yang selama ini mengintai dan mengacaukan Hutan dan penghuninya selama belasan tahun.

Kali ini Hutan dan para Klan menghadapi penyakit misterius yang merenggut nyawa hampir setiap penderitanya. Gejala penyakit itu seperti kegilaan yang mengerikan karena korban seperti tanpa rasa sakit melukai tubuhnya sendiri dengan cakar dan bahkan Oslak yang begitu baik kepada Torak hampir melukai keponakannya sendiri yang akhirnya bunuh diri dengan menerjunkan diri dari tebing karang.
Torak tidak tahan dan akhirnya memutuskan dia harus mencari obatnya, dan harus sendirian karena dia tidak mau membahayakan Renn kembali, sedangkan Serigala sudah bergabung dengan kelompok serigala di Gunung.

Perjalanan Torak mencari obat membawanya hingga ke pulau Anjing Laut di seberang lautan dimana Klan Anjing Laut yang memisahkan diri dari Hutan berdomisili.
Karakter-karakter misterius terutama di Klan Anjing Laut lumayan membuat saya terbuai alias tertipu. Fin-Kedinn sang pemimpin Klan Gagak, Tenris sang dukun Klan Anjing Laut, dan Fa ayah Torak ternyata mempunyai latar belakang yang tak terduga oleh Torak.
Saya suka karakter Bale yang penuh wibawa pemimpin walaupun kadang dia bertingkah seperti layaknya anak-anak seusianya.
Berhasilkah Torak mendapatkan obat untuk untuk mengobati penyakit yang menyerang seluruh anggota Klan?
Siapakah Tokoroth yang selalu berusaha menghalangi dan menjebak Torak selama perjalannya?

SINOPSIS BUKU – Chronicles of Ancient Darkness #3: Soul Eater

Sejak petualangan dalam kisah Wolf Brother dan teror dalam Spirit Walker, persahabatan antara Torak dan Serigala kian erat.

Saat berburu di musim dingin, Serigala diculik. Demi menyelamatkan saudara sekawannya, Torak – dan Renn – mengejar hingga ke Utara Jauh, daerah di mana salju tidak pernah mencair. Di sana, para Pemangsa Arwah telah merencanakan tindakan keji yang akan mempengaruhi Hutan dan penghuninya.

Buku ketiga dari Chronicles of Ancient Darkness ini akan membawa Anda lebih jauh dalam petualangan Torak dan Serigala dalam menghadapi para Pemangsa Arwah.

RESENSI TERKINI – Chronicles of Ancient Darkness #3: Soul Eater  
 
Akhirnya buku ketiga dari serial ini, ‘Soul Eater’ mencapai klimaksnya, paling tidak menurut saya. ^_^
Bukunya lebih tebal dengan 344 halaman untuk ceritanya, belum termasuk 5 halaman tambahan berisi penjelasan penulis tentang perkembangan dan pertumbuhan Serigala selama bergabung dengan kawanan serigala di Gunung Roh Dunia (ending Wolf Brother).
Ceritanya lumayan seru tapi masih sedikit dibawah Spirit Walker, karena disini intrik-intriknya tidak begitu ditonjolkan. Alurnya lurus walau sesekali mundur sedikit membuka tabir misteri masa lalu untuk meluruskan permasalahan.

Torak harus menyusuri daratan utara yang super dingin sekali lagi setelah sebelumnya pada akhir perjalanan di Wolf Brother dia dan Renn hampir tewas disana. Alasannya sangat kuat, yaitu ingin menyelamatkan saudara sekawannya si Serigala yang telah diculik sekelompok orang misterius ketika mereka bertiga sedang berburu untuk persediaan makanan musim dingin.
Orang-orang misterius ini belakangan ketahuan bukan saja menculik Serigala, tapi juga menculik 7 hewan lainnya yang semua itu adalah jenis hewan yang dilarang untuk disakiti manusia didalam ajaran Klan manapun. Hewan-hewan yang diculik itu adalah pemburu, dan jika manusia menyakiti atau bahkan membunuh pemburu, maka akan dikutuk oleh Roh Dunia dengan kesialan yang tak terbayangkan.

Torak dan Renn sempat bergabung dengan Klan Rubah Putih dalam perjalanan mereka menyusuri daratan utara. Disini kita dikenalkan kepada beberapa karakter baru salah satunya yang jadi favorit saya adalah Inuktiluk. Karakter ini kadang berwibawa seperti Fin-Kedinn tapi lebih supel mungkin karena memang hampir semua anggota Klan Rubah Putih disini digambarkan sebagai orang-orang yang ramah, suka bercanda dan rasa kekeluargaan yang sangat tinggi.

Torak menggunakan kemampuan ‘Klanaroh’-nya hingga beberapa kali demi menemukan arah kemana Serigala dibawa, walaupun hal itu sudah dilarang oleh Fin-Kedinn sebab terbukti dapat membahayakan diri si pengguna dan orang-orang disekelilingnya (di Spirit Walker: dimana kekuatan Klanaroh sangat diincar oleh para Pemangsa Arwah).

Renn pernah bermimpi Torak sedang mengayunkan kapaknya untuk menyakiti Serigala, mungkinkah itu akan jadi kenyataan? (karena beberapa kali mimpi Renn betul-betul jadi kenyataan) .
Batu Baiduri Api yang diyakini bisa mengendalikan setan-setan dari dunia lain bahkan hingga yang terkuat sekalipun, jatuh ke tangan Renn. Seluruh daratan akan terancam kehidupannya akibat setan-setan telah berhasil lolos. Agar dapat menyelamatkan Hutan dan seluruh isinya dari setan-setan itu, Renn memutuskan untuk mengorbankan dirinya terjun ke Jurang es Hitam agar rohnya terkubur bersama Batu Baiduri Api itu dan setan-setan akan kembali terkurung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: