The Laker's X6… Everything, Everywhere, Everytime…

Penelitian baru membuktikan ada bahaya lain bagi para perokok pasif. Yakni kalau luka pun lambat sembuhnya. Para peneliti yakin, hal ini disebabkan sel-sel tubuh yang terpapar asap rokok sulit bergerak ke wilayah yang mengalami luka.

Hasil penelitian menyebutkan akibat asap rokok tersebut sel fibroblas, yang membantu memperbaiki jaringan tubuh yang rusak jadi merekat dan kurang aktif gerakannya. Sel-sel jaringan ikat itu melekat karena asap rokok mengubah susunan kimianya. Penelitian ini dilakukan Tim dari Universitas California.

Mengomentari hasil penelitian tadi, para peneliti di Inggris mengatakan efek merokok terhadap lambannya penyembuhan luka sudah lama diketahui, hanya saja sejauh ini sangat sulit melihat pengaruhnya pada perokok pasif.

Dalam jurnal BMC Cell Biology, para peneliti dari the University of California berkeyakinan pengaruh asap rokok terhadap perokok pasif sama dengan perokok aktif. Pada perokok pasif, selain luka lambat sembuh, juga meninggalkan bekas luka yang abnormal. Ini disebabkan sel-sel ikat hanya terkonsentrasi di tepian luka, sehingga luka-luka tidak menutup kembali dengan sempurna.

Percobaan yang dilakukan terhadap tikus menunjukkan tikus-tikus yang terpapar asap rokok selama 6 bulan, luka-lukanya lebih lambat sembuh. Pada tikus yang terbebas dari asap rokok, luka-lukanya 95 persen menutup kembali dengan sempurna, setelah tujuh hari. Sementara yang menghirup asap rokok lukanya hanya menutup 85 persen.

Semua kenyataan tersebut menyadarkan kita betapa paparan asap rokok pengaruhnya begitu merusak, terutama bagi perokok pasif. Hasil penelitian ini disikapi dengan hati-hati. Dr Stuart Enoch yang bekerja di the University of Wales College of Medicine mengatakan hasil penelitian terhadap perokok pasif ini sangat menarik, tetapi harus disikapi secara hati-hati. Dikatakannya, paparan semua zat-zat berbahaya, tidak hanya asap rokok, berpengaruh buruk pada sel-sel fibroblas. “Paparan zat-zat berbahaya pada manusia itu banyak sekali variabelnya,” ujarnya.

Selain itu, ia juga khawatir pengaruh asap rokok pada sel-sel tikus berbeda dengan manusia. “Sel-sel fibroblas ini sangat sensitif terhadap pengaruh dari luar. Ibaratnya jika anda ‘meniupkan’ apa saja didekatnya, mereka akan berhenti tumbuh.” Namun, ia bisa menerima hasil penelitian bahwa luka-luka jadi lambat sembuh karena kurang aktifnya sel-sel fibroblas, “Itu sangat masuk akal,” ujar Dr Enoch. Apakah semata-mata akibat pengaruh asap rokok? Itu yang harus diteliti lebih mendalam lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: