The Laker's X6… Everything, Everywhere, Everytime…

ke-2 panggung dunia

Panggung 1:
Jauh di sebuah dusun nelayan dengan bau laut yang kental. Seorang
paman menanyakan kabar keponakannya yang telah lama pergi ke kota.
Dengan bangga, ibunya menjawab, “Syukurlah, sekarang hidup Bejo
sudah enak. Dia bekerja sebagai petugas kebersihan di gedung
tinggi.”
Panggung 2:
Di sebuah gedung perkantoran di tengah kota yang sibuk. Seorang bos
berdasi menanyakan tentang seorang pegawai yang tampak lusuh. Dengan
gugup, manajernya menjawab, “Namanya Bejo pak! Pegawai rendahan di
bagian kebersihan. Sayang, nasibnya tidak sebaik namanya.”
Aha! Betapa relatifnya nilai sebuah pekerjaan. Dari satu sudut
pandang, sesuatu yang dibanggakan ternyata tak ubahnya cemoohan.
Namun dari sudut lain, sebuah ejekan ternyata sumber harapan
panjang. Begitulah bila pikiran mulai menilai-nilai apa yang
disebut “kemujuran” hidup, maka pada saat yang sama ia memisah-
misahkan orang ke dalam kelas-kelas yang berbeda. Padahal, melalui
tatapan hati nurani, tiadalah lebih berharga jabatan tinggi
dihadapan jabatan rendah. Ketika anda menghargai dan membebaskan
diri dari peringkat-peringkat “keberuntungan”, di saat itu anda
mampu mendengar bisikan nurani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: